Selasa, 10 Mei 2011

makna angka2 dalam Al-Quran

Kata-kata dalam Al-Qur’an, dengan sejumlah pengulangannya merupakan Mukjizat, keistimewaan yang tidak dimiliki Kitab Suci Agama lain sekaligus bukti bahwa Al Quran dibuat bukan tanpa perhitungan super teliti, seolah olah dengan itu Si Pembuat berusaha menyampaikan bahwa Al Quran Adalah Benar Dan Sempurna.
Jumlah kata-kata dalam Al-Qur’an yang menegaskan kata-kata yang lain ternyata jumlahnya sama dengan jumlah kata-kata Al-Qur’an yang menjadi lawan kata atau kebalikan dari kata-kata tersebut, atau diantara keduanya ada nisbah kontradiktif.
Al-Qur’an tidak hanya terbatas pada ayat-ayat mulianya, makna-maknanya, prinsip-prinsip dan dasar-dasar keadilannya serta pengetahuan-pengetahuan gaibnya saja, melainkan juga termasuk jumlah-jumlah yang ada dalam Al-Qur’an itu sendiri, begitu juga pengulangan kata dan hurufnya, orang-orang yang melakukan ‘ulum’ Al-Qur’an sejak dulu sudah menyadarai adanya fenomena tersebut mempunyai maksud dan tujuan tertentu.
Para peneliti terdahulu sudah mencatat, bahwa surat-surat yang dibuka dengan huruf-huruf ‘muqaththa’ah’ berjumlah 29 surat, sementara jumlah huruf ‘hijaiyah’ Arab ditambah dengan huruf “Hamzah” juga berjumlah 29 huruf hal ini dengan sudut pandang bahwa Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab.
DR. Abdul Razaq Naufal dalam bukunya berjudul ‘ Al’Ijaz Al’Adadiy Fi Al-Qur’an Al Karim” beliau menulis beberapa tema-tema tersebut terjadi keharmonisan diantara jumlah kata-kata Al-Qur’an dan berikut ini adalah sejumlah perhitungan yang benar-benar merupakan Mukjizat, dari jumlah kata dalam Al-Qur’an sebanyak 51.900, Jumlah Juz 30, Jumlah Surat 114, keanehan yang ada diantaranya sbb :
Kata ‘Iblis” ( La’nat ALLAH ‘alaihi ) dalam Al-Qur’an disebutkan sebanyak 11 kali, sementara “Isti’adzah” juga disebutkan 11 kali,
Kata “ma’siyah” dan derivatnya disebutkan sebanyak 75 kali, sementara kata “Syukr” dan derivatnya juga disebutkan sebanyak 75 kali.
Kata “al-dunya” disebutkan sebanyak 115 kali, begitu juga kata “al-akhirah” sebanyak 115 kali.
Kata “Al-israf” disebutkan 23 kali, kata kebalikannya “al-sur’ah” sebanyak 23 kali.
Kata “Malaikat” disebutkan 88 kali, kata kebalikannya ‘Al-syayathin” juga 88 kali.
Kata “Al-sulthan disebutkan 37 kali, kata kebalikannya “Al-nifaq” juga 37 kali.
Kata “Al-harb”(panas) sebanyak 4 kali, kebalikannya “ Al-harb” juga 4 kali.
Kata “ Al-harb (perang) sebanyak 6 kali, kebalikannya “Al-husra” (tawanan) 6 kali.
Kata “Al-hayat” (hidup” sebanyak 145 kali, kebalikannya “Al-maut” (mati) 145 kali.
Kata “Qalu” (mereka mengatakan) sebanyak 332 kali, kebalikannya “Qul” ( katakanlah) sebanyak 332 kali.
Kata “Al-sayyiat” yang menjadi kebalikan kata “Al-shahihat” masing-masing 180 kali.
Kata “Al-rahbah” yang menjadi kebalikan kata “Al-ragbah” masing-masing 8 kali.
Kata “Al-naf’u” yang menjadi kebalikan kata “Al-fasad” masing-masing 50 kali.
Kata “Al-nas” yang menjadi kebalikan kata “Al-rusul” masing-masing 368 kali.
Kata “Al-asbath” yang menjadi kebalikan kata “Al-awariyun” masing-masing 5 kali
Kata “Al-jahr” yang menjadi kebalikan kata “Al-alaniyyah” masing-masing 16 kali
Kata “Al-jaza” 117 kali ( sama dg kebalikannya),
Kata “Al-magfiroh” 234 kali ( sama dengan kebalikannya),
Kata “Ad-dhalala” ( kesesatan) 191 kali ( sama dengan kebalikannya),
Kata “Al-ayat” 2 kali “Ad-dhalala” yaitu 282 kali. Dan masih banyak lagi yang tidak dapat disebutkan satu persatu disini.
Kata “Yaum” (hari) dalam bentuk tunggal disebutkan sebanyak 365 kali, sebanyak jumlah hari pada tahun Syamsyiyyah.
Kata “Syahr” ( bulan) sebanyak 12 kali, sama dg jumlah Bulan dalam satu Tahun.
Kata “Yaum” (hari) dalam bentuk plural (jamak) sebanyak 30 kali, sama dengan jumlah hari dalam satu Bulan.
Kata “Sab’u” (minggu) disebutkan 7 kali, sama dengan jumlah hari dalam satu minggu.
Jumlah “ saah” (jam) yang didahului dengan ‘harf’ sebanyak 24 kali, sama dengan jumlah jam dalam satu hari.
Kata “Sujud” disebutkan 34 kali, sama dengan jumlah raka’at dalam solat 5 waktu
Kata “Shalawat” disebutkan 5 kali, sama dengan jumlah solat wajib sehari semalam.
Kata “Aqimu” yang diikuti kata “Shalat” sebanyak 17 kali, sama dengan jumlah Raka’at Sholat fardhu/ wajib.

Sabtu, 09 Oktober 2010

KEUTAMAAN DZULHIJJAH PART 2

6. Bulan yang tidak ada hari di dalamnya, Allôh lebih
banyak menyelamatkan hamba-Nya dari siksa neraka

عن عائشة – رضي الله عنها – قالت : إن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال
: (( ما من يوم أكثر من أن يعتق الله فيه عبدًا من النار من يوم ))
Dari ‘A`isyah radhiyallâhu ‘anhâ beliau berkata :
Sesungguhnya Rasūlullâh Shallâllâhu ‘alaihi wa Sallam
bersabda : “Tidak ada hari yang lebih banyak Allôh
membebaskan hamba dari neraka selain pada hari ‘Arofah.”
(HR Muslim).
7. Bulan yang di dalamnya terdapat hari haji besar
Dari ‘Abdullâh bin ‘Umar radhiyallâhu ‘anhumâ, bahwa
Rasūlullâh Shallâllâhu ‘alaihi wa Sallam berwukuf pada hari
an-Nahar (hari penyembelihan/’îdul adhhâ) di antara
tempat melempar jumrah (baru kerikil) pada saat beliau
sedang berhaji, kemudian beliau berkata : “Hari apa
sekarang?” Para sahabat menjawab, “hari an-Nahar”. Lantas
Nabî bersabda : “Hari ini adalah hari haji besar.” (HR
Bukhârî).
8. Bulan yang di dalamnya terdapat hari yang paling agung
عن عبد الله بن قرط عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: ((إن أعظم الأيام عند
الله تبارك وتعالى يوم النحر،ثم يوم القر
Dari ‘Abdullâh bin Qorth dari Nabî Shallâllâhu alaihi wa
Sallam beliau berkata : “Sesungguhnya hari yang paling
agung di sisi Allôh Tabâroka wa Ta’âlâ adalah hari an-Nahar
(‘îdul adhhâ) dan hari al-Qurr (sehari setelah ‘îdul adhhâ,
tanggap 11 Dzhul Hijjah).” (HR Ahmad).

Kamis, 07 Oktober 2010

KEUTAMAAN DZULHIJJAH

Banyak hadîts yang berbicara tentang keutaaman bulan Dzul
Hijjah, diantaranya adalah :

1. Bulan yang tidak memiliki kekurangan
عن أبي بكرة -رضي الله-عن النبي صلى الله عليه وسلم قال:(( شهران لا
ينقصان ، شهرا عيد : رمضان وذو الحجة )) متفق عليه
Dari Abî Bakrah radhiyallâhu ‘anhu, dari Nabî Shallâllâhu
‘alaihi wa Sallam beliau bersabda : “Dua bulan yang tidak
memiliki kekurangan, adalah bulan ‘îd Ramadhân dan Dzul
Hijjah.” (Muttafaq ‘alaihi).

2. Bulan disempurnakannya agama Islâm
Dari ‘Umar bin al-Khaththâb radhiyallâhu ‘anhu, bahwa
seorang Yahudi berkata kepada beliau, “Wahai Amîrul
Mu’minîn, ada satu ayat di dalam kitab kalian yang kalian
membacanya, sekiranya ayat tersebut turun pada Yahudi
niscaya akan kami jadikan hari ‘îd (perayaan) kami.” ‘Umar
bertanya, “Ayat yang manakah?” Yahudi itu berkata, “yaitu
ayat yang berbunyi, ‘Pada hari ini telah kusempurnakan
untuk kalian agama kalian dan aku cukupkan nikmat-Ku
kepada kalian serta Aku Ridhai Islam sebagai agama kalian.’
‘Umar radhiyallâhu ‘anhu berkata, “kami telah mengetahui
hari dan tempat diturunkannya ayat ini kepada Nabî
Shallâllâhu ‘alaihi wa Sallam, dan beliau saat itu sedang
berdiri (berkhutbah) di ‘Arofah pada hari Jum’at.”
(Muttafaq ‘alaihi). Hari ‘Arofah adalah pada bulan Dzul
Hijjah.

3. Bulan yang di dalamnya ada sepuluh hari yang ibadah di
dalamnya lebih mulia daripada jihâd
عن ابن عباس – رضي الله عنهما- قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :
(( ما من أيام العمل الصالح فيهن أحب إلى الله من هذه الأيام العشر )) ، فقالوا :
يا رسول الله ! ولا الجهاد في سبيل الله ؟ . فقال رسول صلى الله عليه وسلم :
(( و لا الجهاد في سبيل الله ، إلا رجل خرج بنفسه وماله ، فلم يرجع من ذلك
بشيء ))
Dari Ibnu ‘Abbâs radhiyallâhu ‘anhuma beliau berkata,
Rasūlullâh Shallâllâhu ‘alaihi wa Sallam bersabda : “Tidak
ada hari-hari untuk beramal shâlih di dalamnya yang lebih
dicintai oleh Allôh melebihi daripada sepuluh hari ini.” Para
sahabat bertanya, “Wahai Rasūlullâh, tidak pula jihâd fî
sabîlillâh?”. Rasūlullâh Shallâllâhu ‘alaihi wa Sallam
menjawab, “Tidak pula jihâd fî sabîlillâh. Kecuali seorang
lelaki yang keluar jiwa dan hartanya (untuk berperang), dania tidak kembali membawa sesuatu apapun.” (HR Bukhârî).
Maksudnya sepuluh hari pada awal bulan Dzul Hijjah.

4. Bulan yang di dalamnya terdapat hari Arafah yang
apabila berpuasa pada hari tersebut, niscaya dosanya
setahun sebelumnya dan sesudahnya diampuni oleh Allôh
عن أبي قتادة – رضي الله عنه - : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :... ،
صيام يوم عرفة أحتسب على الله أن يكّفر السنة التي قبله ، والسنة التي بعده...
Dari Abî Qotâdah radhiyallâhu ‘anhu, Rasūlullâh Shallâllâhu
‘alaihi wa Sallam bersanda : “Puasa Arafah, saya
mengharapkan kepada Allôh agar mengampuni dosa setahun
sebelumnya dan setahun setelahnya…” (HR Muslim)


5. Bulan yang di dalamnya terdapat hari ’ dul Adhhâ dan
hari Tasyrîk yang merupakan hari makan dan minum.
عن عقبة بن عامر – رضي الله عنه – قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم
: (( يوم عرفة ، ويوم النحر ، وأيام التشريق ، عيدنا أهل الإسلام وهي أيام أكل
وشرب
Dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallâhu ‘anhu beliau berkata :
Rasūlullâh Shallâllâhu ‘alaihi wa Sallam bersabda : “Hari
‘Arofah, hari an-Nahr (‘îdul adhhâ) dan hari taysrîk,
merupakan ‘îd (perayaan) kami ummat Islâm, yaitu hari
makan dan minum.” (HR Muslim)

sementara itu dulu yang bisa saya sampaikan...lain kali Insyaallah akan saya sambung lagi...
 

About

Site Info

Text

Media Dakwah Islam dan Sarana Perekat Ukhuwah Copyright © 2009 Template is Designed by Islamic Wallpers